DPK Naik, Nasabah Menumpuk Deposito selama Pandemi

DPK Naik, Nasabah Menumpuk Deposito selama Pandemi

Pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian Tanah Air tidak terlalu mengganggu pertumbuhan aset perbankan yang ternyata masih tumbuh positif. Hal ini tentunya tidak terlepas dari derasnya laju pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang tumbuh double digit di atas 12 persen. Data ini menunjukkan bahwa tingkat belanja selama pandemi menurun, dan masyarakat lebih cenderung menyimpan uangnya di bank.

Sepanjang 2020, bank sentral telah menggelontorkan likuiditas kepada perbankan sebesar Rp 726,57 triliun, yang terdiri dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dan ekspansi moneter bank sentral. Injeksi dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp 155 triliun, sementara injeksi dari ekspansi moneter sekitar Rp 555,77 triliun.

Longgarnya likudiitas perbankan mendorong berbagai negara mengadopsi kebijakan suku bunga rendah guna mendorong ekspansi kredit dan pemulihan ekonomi.

Sumber: OJK

Riset Data Statistik

Penyaluran Kredit Tumbuh Negatif Selama Pandemi

Berkebalikan dengan laju pertumbuhan dana pihak ketiga yang naik tinggi,…

Rupiah Tembus Rp 15.000

Nilai tukar rupiah ditutup pada Rp 15.042,50 per dolar AS

WP Wajib SPT Meningkat

Jumlah wajib pajak yang dikategorikan wajib melaporkan SPT (surat pemberitahuan…

Harga Minyak Mentah Dunia Mengalami Kenaikan Siginifikan

Sepanjang tahun 2018, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan.