Cerita Tentang Pulau Terluar Indonesia II

Anugerah itu bernama pulau. Ribuan pulau yang terbentang mulai dari Pulau Benggala di wilayah paling barat Indonesia, lebih barat ketimbang Sabang hingga Papua adalah ”tambang” kehidupan Indonesia.  Setelah Timor Timur dan Sepadan-Ligitan lepas, sadarlah kita betapa rawannya pagar-pagar pembatas negeri ini, di laut maupun di darat. Inilah masalah nasionalisme yang tak mesti bertubrukan dengan globalisasi juga demokrasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut perbatasan adalah beranda depan rumah kita. Ucapan itu secara tidak langsung meminta pejabat mengelola perbatasan. Namun dalam serial informasi ini banyak ditemukan sulitnya mengelola perbatasan dalam bentuk pulau-pulau terpencil.  Serial informasi yang diambil dari Majalah Tempo ini terbagi atas dua bagian. Pada bagian pertama Tempo memaparkan kisah tentang kondisi pulau-pulau terluar Indonesia dengan segala potensi dan tantangannya, mulai dari rawan sengketa dengan negara tetangga hingga rawan penyelundupan. Juga cerita tentang bagaimana Tim Survei Toponim Pulau menyelusuri dan mendata pulau-pulau terpencil tak bernama yang jumlahnya mencapai 9.634 pulau.  Pada bagian kedua selain masih menceritakan tentang kondisi pulau-pulau terluar Indonesia dengan segala potensi dan tantangannya, juga menceritakan tentang sejarah pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama seputar perdebatan para founding fathers dalam menentukan batas wilayah Indonesia. Bagaimana mereka memperjuangkan dan mempertahankan wilayah tersebut di kancah internasional termasuk kisah tentang Deklarasi Djuanda yang gagal dan hilangnya si kembar Pulau Sipadan dan Ligitan. Upaya pemerintah untuk membuka isolasi dengan mewajibkan Pelni menyinggahi pulau-pulau terpencil dan menyusuri perbatasan meskipun kadang hanya mengantar satu penumpang pun diceritakan.  Kepemilikan Blok Ambalat di lepas pantai Kalimantan Timur yang berpotensi menjadi sengketa dengan Malaysia dan kesiapan armada TNI Angkatan Laut menjaga kedaulatan halaman depan Indonesia juga dibahas dalam wawancara dengan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto dan dipungkasi dengan empat halaman wawancara khusus dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Keywords :
Cerita , Pulau , Indonesia ,
  • Views : 205
  • Uploaded on : 22-01-2019
  • Edisi : 2019-01-22
  • Editor : PDAT
  • Bahasa : Indonesia
  • Penulis : Tempo
  • Jumlah Halaman :34
Cerita Tentang Pulau Terluar Indonesia II
Rp. 120.000