Berbahasa (cara) Pusat Bahasa

Edisi: 41/38 / Tanggal : 2009-12-06 / Halaman : 60 / Rubrik : BHS / Penulis : Veven Sp. Wardhana, ,


Veven Sp. Wardhana

Penghayat budaya massa

UNGKAPAN ”bahasa menunjukkan bangsa” secara telak dibuktikan lembaga Pusat Bahasa—jika makna bangsa sama maknanya dengan ”sebuah peradaban”. Peradaban sendiri tidaklah universal, namun berbeda-beda pada masing-masing bangsa, suku bangsa, bahkan komunitas. Pusat Bahasa boleh jadi merupakan bagian dari subkomunitas itu. Salah satu peradaban Pusat Bahasa tercermin saat menerbitkan 10 novel berbahasa Indonesia yang didasarkan legenda lama, yang berbahasa awal Jawa, Bali, Bugis, Jawa kuno, Batak, dan bahasa ”lokal” lainnya. Yang dijadikan acuan 10 penovel bukanlah ceritera yang berbahasa awal tadi, melainkan pada kisah yang sebelumnya sudah dibahasaindonesiakan.

Sebagaimana terbaca, pencetakan novel-novel itu tampak begitu ceroboh, untuk tak memperhalusnya dengan kata tidak ajek. Dalam beberapa novel yang diluncurkan pada Oktober 2009 itu, terkadang tertulis ejaan putri, sesekali puteri, selain tercetak menghawatirkan (Agus R. Sarjono, Mengasapi…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

Pembantu: Dari Rumah Tangga sampai Presiden
2007-11-04

Membantu dan menolong adalah contoh kata yang disebut bersinonim. keduanya dapat saling menggantikan: bisakah membantu/menolong…

P
Pusat Bahasa dan Sultan
2009-10-18

Suatu waktu, cobalah anda membuka homepage resmi pusat bahasa departemen pendidikan nasional, www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/. situs tersebut…

M
Metafor dalam Diplomasi
2009-09-06

Sudah 10 tahun bekas provinsi termuda indonesia, timor timur, yang berintegrasi pada 17 juli 1976…