Lonceng Bahaya Kebebasan Pers
Edisi: Edisi / Tanggal : 2020-08-15 / Halaman : / Rubrik : SDR / Penulis :
HARI-HARI ini tidak mudah menjalankan praktik jurnalisme dengan baik. Pandemi Covid-19 membuat pertemuan tatap muka jurnalis dengan narasumber harus dilakukan ekstrahati-hati. Kebijakan pembatasan sosial juga membuat pergerakan reporter di lapangan tak leluasa.
Di tengah semua keterbatasan itu, tekanan terhadap jurnalis meningkat terus. Sampai Juli tahun ini saja, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sudah mencatat sedikitnya 13 kasus kekerasan terhadap wartawan. Artinya, rata-rata terjadi dua insiden setiap bulan. Itu baru puncak gunung es, karena bisa jadi ada banyak kasus yang tidak dilaporkan kepada organisasi profesi jurnalis.
Tak hanya dihalangi saat meliput peristiwa, wartawan kerap diintimidasi setelah beritanya terbit. Perisakan online dan pengungkapan data pribadi juga menimpa…
Keywords: Udin Award, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), 
Foto Terkait
Artikel Majalah Text Lainnya
Surat dari Redaksi
1994-05-14Tayangan, kolom khusus tentang masalah televisi dan pengaruhnya sehari-hari. penggarapannya diserahkan kepada sutradara garin nugroho,33.…
Surat dari Redaksi
1994-04-16Tempo tenis selibriti berlangsung di lapangan ums 80, kuningan, jakarta. sejumlah menteri, pejabat sipil maupun…
Surat dari Redaksi
1994-02-05Wawancara kemala atmojo (redaktur pelaksana matra) dengan ria irawan melengkapi laporan utama tempo. tragedi kematian…