Marxisme, Seni, Pembebasan

KESENIAN, terutama sejak awal abad ke-20, adalah bagian dari ikhtiar emansipasi yang makin disadari. Pelbagai pemikiran, baik di Indonesia maupun di luarnya, merumuskannya dengan pelbagai cara.
Dari semuanya, yang paling tampil ke depan adalah Marxisme. Dalam sejarah, perdebatan dan perselisihan tentang masalah kesenian ini berlangsung sangat intens di antara kaum Marxis sendiri–misalnya antara dramawan komunis Bloch dan teoretikus “realisme sosialis” Lukács, antara “realisme sosialis” di bawah Stalin dan gerakan seniman avant-garde setelah Revolusi Oktober 1917. Ini memperlihatkan bahwa tak ada satu tafsir yang berlaku umum untuk Marxisme, tak ada Marxisme an sich–ia selalu ditafsirkan–dan betapa pentingnya masalah kesenian dan emansipasi ini. Tak kurang dari itu, debat itu pada gilirannya bermanfaat bagi perkembangan ide tentang kesenian, pembebasan, dan ideologi. Di Indonesia, masalah “Manikebu” di tahun 1963 dan seterusnya adalah contoh yang sering disebut.

Keywords :
Esai, Marxisme, ,
  • Downloads :
    14
  • Views :
    1.494
  • Uploaded on :
    07-03-2013
  • Penulis
    Goenawan Mohamad
  • Publisher
    Grafiti dan TEMPO
  • Editor
    UU Suhardi, S. Malela Mahargasarie
  • Subjek
    -
  • Bahasa
    Indonesia
  • Class
    089.99221
  • ISBN
    978-979-9065-39-1
  • Jumlah halaman
    -
Marxisme, Seni, Pembebasan
  • PDF Version
    Rp. 30.000

Order Print on Demand : Print on Demand (POD)