Setya Novanto Menuju Ketua DPR-RI

Ketua DPR periode 2014 - 2019 sudah terpilih pada awal Oktober  2014. Sidang yang sempat ricuh dan diwarnai aksi walkout dari PDI Perjuangan, PKB, Hanura, dan Nasdem itu akhirnya mengantarkan Setya Novanto dari Partai Golkar menduduki kursi sebagai ketua DPR terpilih, dengan wakil Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Taufik Kurniawan (PAN), Fahri Hamzah (PKS). Terpilihnya Setya Novanto dari partai Golkar tidak tiba-tiba saja terpilih. Golkar sudah menggalang dukungan jauh hari untuk merebut posisi Ketua DPR sebelum putusan MK atas gugatan tim Prabowo terkait pilpres pada Agustus 2014. Saat itu Fadel Muhammad, Ade Komarudin, Setya Novanto kandidat untuk dicalonkan sebagai ketua DPR. Setya paling berpeluang karena diuntungkan sebagai orang dekat Ketua Umum Aburizal Bakrie. Bersama koalisi Merah Putih Setya sukses mengubah mekanisme pengisian kursi pemimpin Dewan. Sebelumnya sesuai dengan perolehan suara, aturan diubah dengan sistem paket dan melalui pemilihan langsung. Sukses mengakali Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Setya pula orang di balik tuntutan pemilihan kepala daerah dilakukan lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Setiap pekan ia aktif mengumpulkan politikus Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Gerindra untuk menyusun strategi mewujudkan skenario itu. Berikut kumpulan tulisan Majalah Tempo mengenai Setya Novanto menuju Ketua DPR dan perannya dalam perubahan sistem pemilihan kepala daerah dilakukan lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kembali

Keywords :
Setya Novanto ,
  • Views : 928
  • Uploaded on : 09-10-2014
  • Edisi : 2014-10-09
  • Editor : Danni | PDAT
  • Bahasa : -
  • Penulis : Tempo
  • Jumlah Halaman :11
Setya Novanto Menuju Ketua DPR-RI
Rp. 49.900