Aksi Pasukan Koppasus Serie II

Mulanya tentara mengalami kerepotan menumpas gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku, September-November 1950. Lalu muncul gagasan Letnan Kolonel Slamet Riyadi, Komandan Grup II Pasukan EkspedisiAngkatan Darat, soal perlunya pasukan komando dalam jajaran Angkatan Perang Republik Indonesia. Ia  tak sempat merealisasi idenya karena gugur dalam pertempuran di Maluku itu. Tapi idenya terus bergaung. Panglima Tentara dan Tentorium III Siliwangi, Kolonel A.E. Kawilarang, mewujudkannya dengan membentuk Kesatuan Komando TentaraTentorium III (Kesko) pada 16 April 1952. Sebagai komandannya yang pertama ditunjuk, Mayor Rokus Bernardus Visser, bekas tentara KNIL. Visser, yang berganti nama menjadi Mochamad Idjon Djanbi, merekrut 400 taruna untuk pendidikan komando di Batujajar, Jawa Barat. Saat itu pasukan masih menggunakan baret cokelat. Status tentorial Kesko lalu ditingkatkan. Posisi teritorialnya dialih tugaskan dari Panglima III/Siliwangi, yang bermarkas di Bandung, kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Ibu Kota pada 9 Februari 1953. Namanya juga berubah menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD). Dalam perjalanan sejarahnya, korps elite ini sempat berganti-ganti nama hingga sekarang disebut Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Namanya pernah terukir indah, meski sempat tercoreng akibat pelbagai penyelewengan. Sejarah Kopassus bukan hanya urusan bertempur. Mereka juga tergiur dengan dunia perpolitikan.  Bahkan Kopassus juga dituding ikut berbisnis. Kejayaan para jagoan tempur itu mencapai puncaknya pada 1997-1998, saat Jenderal Feisal Tanjung menjadi Panglima ABRI. Hampir semua posisi kunci di TNI saat itu dikuasai oleh jajaran baret merah. Setelah Soeharto lengser, di era Panglima TNI Wiranto peran Kopassus di tubuh TNI mulai merosot. Pamor ini memudar di masa reformasi. Tapi Kopassus adalah pesona bagi sebagian prajurit TNI.Sebuah kesatuan elite yang terpandang.

Keywords :
Sejarah , Koppasus , TNI , Militer ,
  • Views : 107
  • Uploaded on : 21-01-2019
  • Edisi : 2019-01-21
  • Editor : PDAT
  • Bahasa : Indonesia
  • Penulis : PDAT
  • Jumlah Halaman :27
Aksi Pasukan Koppasus Serie II
Rp. 120.000