Selamat Sore IGGI

Gambar kulit depan minggu ini bertokohkan Menteri Luar Negeri Adam Malik dengan latar belakang langit biru berbulan sabit dan sebuah kubah merah berbintang kuning di pucuknya. Yang pertama melambangkan negara-negara Arab dan yang terakhir melambangkan negara-negara sosialis. Keduanya menunjukkan alternatif-alternatif baru dalam diplomasi dagang dan bantuan bagi Indonesia. Kita tahu Menteri Keuangan Ali Wardhana beberapa waktu yang lalu mengunjungi negeri-negeri Arab yang kaya minyak (dan uang) itu, dan Menteri Adam Malik melaksanakan Ostpolitik gaya Indonesia dengan berkunjung ke negeri-negeri sosialis. Pinjaman dengan syarat selunak IGGI nampaknya sudah mulai harus ditinggalkan, mau tak mau, lantaran si pemberi hutang toh mulai melihat bahwa dengan faktor minyak yang ada, Indonesia bukanlah si miskin Rudin dalam masyarakat bangsa-bangsa yang barusan tergenjot krisis enerji. Presiden Soeharto memang belum lama berselang menyatakan bahwa IGGI masih kita butuhkan, tapi jelas pula bahwa bagi Kepala Negara, IGGI bukan merupakan satu-satunya tempat bergantung. Pada akhirnya toh IGGI suatu yang sementara—bagaikan pertolongan pertama sesudah kecelakaan. Tentu saja bertambahnya kemampuan membayar hutang tidak dengan begitu harus berarti kemampuan menambah hutang lagi — walaupun dalam dunia kredit-mengredit paradoks itu seringkali terjadi.

Keywords :
IGGI , Adam Malik ,
  • Views :
    363
  • Tanggal Upload :
    26-02-2013
  • Edisi
    30/04
  • Tanggal Edisi
    1974-09-28
  • Rubrik
    Full Edition
  • Copyright
    PT TEMPO Inti Media
  • Subyek
    -
  • Cover Story
    Adam Malik
  • Writer
    -
Selamat Sore IGGI
Rp. 60.000

Arsip Media Lainnya