MENGGUGAT RENGENGAN GESANG

Edisi: 42/18 / Tanggal : 1988-12-17 / Halaman : 108 / Rubrik : MS / Penulis :

BENGAWAN Solo agaknya masih mengalirkan kisah abadi. Ketika kemudian menjadi lagu, cerita bengawan di sisi timur Kota Solo ini lalu melahirkan banyak soal. Dulu pernah diharamkan di Malaysia, tapi kini diungkit pula siapa penciptanya.

Akhir bulan lalu seorang pembaca mengirimkan surat ke TEMPO. Antara lain, berbunyi: "Ada semacam keprihatinan mendalam sementara manula (manusia lanjut usia) penggemar keroncong di Solo terhadap Gesang, yang dikenal luas sebagai pencipta Bengawan Solo. Pasalnya, para manula itu beranggapan bahwa lagu itu dibuat oleh Soejoko."

Bukan Gesang pencipta Bengawan Solo. Begitulah kesimpulan si pengirim surat tadi. Ia menyebut namanya Sutowidjaja, 60 tahun, pernah sebagai tentara. Tambah "orang terhormat" di Jakarta ini, ada beberapa saksi hidup di Solo yang tahu betul Bengawan Solo ciptaan Soejoko. Tapi Soejoko, yang diyakini Sutowidjaja dan kawan-kawannya sebagai pencipta lagu itu, meninggal pada 1940.

Beberapa media massa, di daerah dan Jakarta, lalu menyulutkan suasana yang meragukan Gesang sebagai pemilik hak cipta lagu itu. Pernyataan atau "gugatan" Sutowidjaja dan kelompoknya itu, pada dasarnya, api dari…
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

S
Skandal Bapindo dalam Irama Jazz
1994-05-14

Harry roesli dan kelompoknya mengetengahkan empat komponis muda, dan kembali menggarap masalah sosial. dihadirkan juga…

N
Ngeng atau Sebuah Renungan Sosial
1994-05-21

Djaduk ferianto, yang banyak membuat ilustrasi musik untuk film, mementaskan karya terbarunya. sebuah perpaduan musik…

A
Aida di Podium yang Sumpek
1994-05-21

Inilah karya kolosal giuseppe verdi. tapi london opera concert company membawakannya hanya dengan enam penyanyi,…