Teater Esai Shinta dan Arsitektur Kekerasan

Edisi: 45/46 / Tanggal : 2018-01-07 / Halaman : 40 / Rubrik : SN / Penulis : Afrizal Malna, ,


NOMOR pertunjukan pertama yang diberi judul Jangan Mati Sebelum Dia Tiba berlangsung dalam sebuah lorong sempit di Gedung Societeit. Bangunan peninggalan Belanda ini merupakan salah satu situs post-kolonial Kota Makassar. Tua, tidak terawat, dan memori waktu yang tercekik oleh perubahan kota. Lorong dengan ketinggian khas sebuah arsitektur yang memberi sirkulasi untuk jalannya udara, sebelum munculnya teknologi pengubah suhu udara dalam ruangan (sebelum AC).

Shinta Febriany, sutradara Kala Teater dalam pertunjukan ini, menyebut pertunjukannya sebagai proyek "kota dalam teater". Pertunjukan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Societeit De Harmonie, Makassar, 26-28 Desember 2017. Artistik digarap Iqbal Naspa, Ale Deep, dan Anggi Purnamasari. Tali gantungan berjejer di atas lorong itu, memunculkan kesan sebuah ruangan eksekusi massal. Sebuah lampu merah menyorot di ujung lorong, seolah-olah sebuah tatapan kekuasaan yang sedang menginterogasi penonton.

Pada nomor pertunjukan pertama itu, lima aktor (Meftahuddin Palannari, Nirwana Aprianty, Wiwin D., Nurhidayah, dan Arwan Irawan)…

Keywords: -
Rp. 15.000

Artikel Majalah Text Lainnya

A
Ada Keramaian Seni, Jangan Bingung
1994-04-23

Seminggu penuh sejumlah seniman menyuguhkan berbagai hal, bertolak dari seni pertunjukan, musik, dan seni rupa.…

M
Mempertahankan Perang Tanding
1994-06-25

Reog khas ponorogo bisa bertahan, antara lain, berkat festival yang menginjak tahun ke-10. tapi, di…

R
Reog Tak Lagi Menyindir
1994-06-25

Asal asul adanya reog ponorogo untuk memperingati perang tanding antara klanasewandono dengan singabarong.