Awal Tahun 2022, Harga Pangan Masih Tinggi

Sepanjang tahun 2021, harga komoditas pangan berfluktuasi tidak terkendali, terutama menjelang akhir tahun. Harga cabai rawit yang sempat menurun hingga kisaran Rp 35.000 per kilogram di bulan November, seketika melonjak di akhir Desember melebihi dua kali lipatnya. Harga minyak goreng yang tidak sekali pun menurun setiap bulannya hingga menembus harga Rp 19.750 per liter pada akhir tahun, jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Ditambah dengan harga telur yang terus melonjak menjelang akhir tahun hingga menembus kisaran harga Rp 30.300 per kilogram.

Pekan pertama tahun 2022, harga komoditas pangan masih belum ada tanda-tanda penurunan yang signifikan, terutama telur dan minyak goreng. Per 7 Januari 2022, harga telur masih jauh di atas ketetapan harga eceran tertinggi (HET), masih di kisaran harga Rp 29.750 per kilogram. Begitu pula dengan minyak goreng yang masih berada di kisaran harga Rp 20.100 per liter. Jika dibandingkan dengan harga di periode yang sama pada tahun sebelumnya (Januari 2021), harga telur dan minyak goreng mencatat lonjakan harga secara berturut-turut 11,2% dan 37,9% (YoY).

Lonjakan harga minyak goreng ini disebabkan oleh harga CPO dunia yang masih tinggi. Berdasarkan pertimbangan ini, Kementerian Perdagangan berencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng dari yang semula Rp 11.000 per liter menjadi Rp 14.000 per liter.

Sumber: Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional/Grafis: Febbi Meidawati


Special Reports:

Riset Data Statistik